Laporan
Hasil Membaca Buku “Studying Abroad“
Karangan
Windy Ariestanty dan Maurin Andri
Pembimbing:
Suparti, M.Pd
Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia

Oleh
Gusti
Nur Apriliyanti
NIS 7589
Kelas
XII-3
Dinas
Pendidikan Kabupaten Banjar
SMAN
1 Martapura
2016
Laporan
Hasil Membaca Buku “Studying Abroad“
Karangan
Windy Ariestanty dan Maurin Andri
A. PENDAHULUAN
Judul : Studying Abroad
Penulis : Windy Ariestanty
dan Maurin Andri
Penerbit : GagasMedia, 2007
Kota Terbit : Jakarta, cetakan pertama, 2007
Ukuran buku : 13 x 19 cm
Tebal buku : xiv + 246
halaman
Sampul buku : berilustrasi
B. LAPORAN BAGIAN BUKU
Garis
besar buku
Windy Ariestanty dan Maurin Andri yang berjudul Studying Abroad terdiri atas 8
bab, yakni:
1.
Journey 1
: Pilih Negara, Pilih Sekolah
Bab
ini membicarakan tentang bagaimana memilih universitas dan jurusannya, TOEFL
dan IELTS, penggunaan bahasa dan menggali informasi tentang negara tujuan.
Untuk
dapat memilih negara tujuan harus sama cermatnya dengan memilih jurusan di
unversitas mana yang akan ditempati. Banyak faktor memilih negara tujuan. Bisa
karena biaya kuliah lebih murah. Atau, persoalan jarak yang lebih dekat.
Banyak
negara yang bisa menjadi pilihan bersekolah. Mulai dari Amerika, Jepang,
Australia, Selandia Baru, sampai negara-negara di belahan bumi Eropa.
Dulu,
Amerika Utara dan Eropa sempat mendominasi perguruan tinggi paling top di
dunia. Namun, dari survei yang dibuat Institute
of International Education (IEE) , dari 2,5 juta mahasiswa internasional di
seluruh dunia tahun 2006, sebanyak 6 persennya memilih Tiongkok sebagai negara
tujuan bersekolah.
Banyak
alasan seseorang memilih universitas, college
dan jurusan. Sesuaikan pilihan dengan nilai akademis, minat dan bakat. Kalau sudah menentukan pilihan, segera cari
tahu apa saja persyaratan masuk universitas yang menjadi pilihan.
Hal
berikutnya yang harus diperinci dan menjadi pertimbangan adalah biaya. Biaya
pendidikan dan hidup di setiap negara berbeda. Umumnya, salah satu syarat
bersekolah di luar negeri adalah menunjukkan rekening tabungan. Besarnya
nominal tabungan yang harus didepositokan pun beragam.
Kemudian
kumpulkan segala informasi penting tentang negara yang akan menjadi tempat
tinggal selama beberapa tahun kedepan. Salah satu elemen yang penting adalah
bahasa. Mencari tahu dan belajar bahasa ibu negara tersebut akan memudahkan
berhubungan dengan lingkuran baru. Dan yang perlu diingat adalah tidak semua
negara menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu mereka.
Untuk
negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai lingua franca-nya, skor TOEFL (The
Test of English as a Foreign Language) merupakan persyaratan penting. Ada
dua jenis TOEFL, yaitu :
1.
International TOEFL. Jenis TOEFL ini digunakan untuk keperluan kuliah di luar
negeri.
2.
TOEFL-ITP (TOEFL Institutional Testing
Program). Jenis TOEFL ini merupakan ujian TOEFL yang nilainya diminta untuk
keperluan menerima beasiswa, seleksi mahasiswa, dan penerimaan pegawai di sebuah
intitusi.
Skor TOEFL
idealnya adalah 580. Tes TOEFL terdiri dari kemampuan reading, writing, listening dan speaking.
Selain TOEFL, ada juga yang disebut IELTS
(International English Language Testing
System). Ini adalah sebuah tes yang diakui secara internasional dan
dirancang khusus untuk kemampuan reading,
writing, listening dan speaking.
Perbedaannya ada pada penilaian. Penilaian IELTS tertulis salam skala 1-9.
Nilai ideal untuk IELTS adalah 6,5.
Memahami budaya negara tujuan, sarana
transportasinya, sistem pendidikannya, iklim dan waktu pembagian musimnya,
hukum, kebiasaan, politik, dan termasuk isu-isu (pesoalan) khusus adalah
penting. Ada beberapa persoalan khusus yang cukup sensitif dan sebaiknya perlu
dicari tahu bagaimana masyarakat di negara tujuan menyikpainya, antara lain:
1.
Perempuan dan isu kesetaraan gender
2.
Pelecehan seksual
3.
LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and
Transgender)
4.
Rasisme dan kepercayaan
Syarat
umum registrasi pada saat merencanakan sekolah di luar negeri:
1.
Lengkapi syarat-syarat pendaftaran
2.
Pengesahan dokumen serta terjemahannya dalam bahasa Inggris
3.
Membuat paspor
4.
Pengurusan visa pelajar di negara bersangkutan
5.
Pemesanan tiket pesawat
6.
Melakukan pembayaran biaya uang sekolah atau biaya lainnya yang diperlukan
2.
Journey 2
: Mengejar Beasiswa, Why Not
Dalam
bab ini dibicarakan mengenai beasiswa. Dimana memperolehnya, cara mendaftar dan
syarat juga tips dalam memperoleh beasiswa.
Hal-hal
yang harus dipersiapkan sebelum melamar beasiswa, antara lain:
1.
Sertifikat
akademis dan transkrip nilai. Tentunya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris
terlebih dahulu.
2.
Proposal
penelitian. Ini merupakan salah satu persyaratan beasiswa yang mengharuskan
kita membuat proposal terkait dengan studi yang diambil.
3.
Keluarga.
Hal ini ditujukan khususnya bagi yang sudah menikah karena tidak semua beasiswa
mengizinkan untuk membawa anggota keluarga. Sebaiknya pastikan apakah itu
termasuk anggota keluarga atau tidak.
4.
Bekerja.
Apabila ketika menerima beasiswa kita sudah bekerja, pastikan kantor mendukung
kelanjutan studi.
5.
Kesehatan.
Sebagian besar beasiswa mencakup asuransi kesehatan. Tetapi sebaiknya
dipastikan apa saja yang termasuk dalam biaya asuransi.
6.
Surat
izin mengemudi (SIM). Untuk memiliki kendaraan sendiri di luar, diperlukan SIM
yang valid. Cari tahu apakah SIM
asing berlaku atau tidak di negara yang bersangkutan.
Tips
mendapatkan beasiswa, yaitu:
1.
Kirimkan
aplikasi kalau merasa layak untuk mendapatkan beasiswa itu.
2.
Isi
semua pertanyaan di formulir aplikasi. Lampirkan juga semua materi penunjang,
seperti transkrip, surat rekomendasi dan esai.
3.
Ikuti
petunjuk.
4.
Tulislah
sebuah esai yang menimbulkan kesan. Kunci membuat sebuah esai yang kuat adalah
menuliskannya secara personal dan spesifik.
5.
Perhatikan
kerapian.
6.
Perhatikan
deadline keseluruhan.
7.
Pastikan
aplikasi jatuh ke bagian yang tepat. Tuliskan nama di setiap halaman aplikasi.
8.
Jangan
lupa membuat data cadangan.
9.
Jangan
lupa melakukan cek akhir secara keseluruhan.
10.
Mintalah
bantuan kalau memang diperlukan dalam mengisi atau melengkapi aplikasi.
Berikut,
beberapa lembaga yang memberi beasiswa baik untuk program pascasarjana maupun
program lainnya.
1.
NEC
Tujuan negara
dari beasiswa ini adalah Belanda. Program ini menyediakan beasiswa untuk
program master, pelatihan, dan kursus
singkat. Bisa mendapatkan informasi persyaratan, program studi, dan formulir
pendaftaran dengan mengakses www.nec.or.id.
2.
Heiwa
Nakajima Foundation
Negara tujuan
beasiswa ini adalah Jepang. Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa asing yang
ingin melanjutkan studi undergraduate
(S1), master, dan doktor di
unversitas Jepang. Syarat utama beasiswa ini adalah harus terdaftar sebagai
mahasiswa di universitas Jepang yang menjadi pilihan.
3.
Chevening
Beasiswa yang
dikeluarkan oleh pemerintah Inggris ini menjadi salah satu favorit dari para
pengejar beasiswa di Indonesia. Infomasi lebih lanjut dapat dikunjungi situs www.chevening.or.id.
4.
Australia
Development Scholarship (ADS)
Pemerintah
Australia menyediakan beasiswa untuk program studi pascasarjana (S2 dan S3)
bagi warga Indonesia yang berminat melanjutkan studi di sana. Untuk informasi
lebih lanjut mengenai program beasiswa ini, dapat mengunjungi situs www.adsjakarta.or.id.
5.
Fullbright
Indonesia Scholarship
Negara tujuan
beasiswa ini adalah Amerika Serikat.
Beasiswa ini terbagi atas beberapa program beasiswa bagi warga Indonesia
yang ingin mengambil S2 maupun S3. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat
mengakses situs www.aminef.or.id.
6.
Sampoerna
Foundation
Negara tujuan
beasiswa ini tidak terbatas asalkan memadai pesyaratan-persyaratan. Untuk persyaratan aplikasi dna formulir
selengkapnya dapat diperoleh melalui situs www.sampoernafoundation.org.
7.
Beasiswa
dari pemerintah Italia
Pemerintah
Italia membuka kesempatan bagi para profesional, guru dan mahasiswa untuk
menimba ilmu di berbagai bidang. Informasi seputar beasiswa ini dapat diakses
melalui www.italcultjkt.or.id.
3.
Journey 3
: Living Cost : Cermat Hitung Ongkos
Untuk
memperoleh visa ke negara tujuan studi, biasanya calon siswa internasional
harus mampu menunjukkan saldo tabungan/deposito minimal yang harus dimiliki
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tiap negara.
Tips
menyiasati biaya hidup:
1.
Tinggal
di asrama membuat kita tidak dipusingkan dengan biaya gas, listrik, air, maupun
biaya jaminan (deposit money) yang
wajib dibayar di muka. Kalau ingin tinggal di apartment atau rumah, sebaiknya
cari teman untuk diajak tinggal bersama sehingga bisa patungan untuk biaya sewa
dan pengeluaran setiap bulannya.
2.
Jangan
terlalu sering makan di luar. Hemat biaya makan dengan masak sendiri.
3.
Ketika
belanja keperluan dapur, perhatikan paket promo atau diskonnya.
4.
Kalau
mau belanja ke pasar, pergilah menjelang pasar mau tutup. Biasanya, harga
barang-barang bisa lebih murah dan ditawar.
5.
Belajar
memasak masakan sederhana apabila tidak bisa memasak sama sekali.
6.
Sebulan
sekali, tidak ada salahnya untuk makan di restoran.
7.
Belanja
di outlet. Di sana terdapat bermacam-macam barang bermerek dengan harga miring,
apalagi menjelang pergantian musim.
8.
Jangan
ragu untuk belanja ke flea market
(toko barang bekas).
9.
Kerja
part time is one of the best solution.
10.
Jangan
ragu mengklaim pajak. Di negara seperti Inggris, Amerika, Singapura, pajak yang
telah dibayarkan dapat diklaim kembali.
11.
Belilah
buku dari angkatan sebelumnya, atau di toko buku bekas, sebab selisih harganya
lumayan.
12.
Kalau
tempat tinggal dekat kampus, hemat biaya transportasi dengan berjalan kaki.
13.
Rajin-rajinlah
berjalan mencari garage sale.
14.
Perhatikan
papan pengumuman di kampus.
15.
Kalau
ingin travelling, kumpulkan beberapa
orang teman.
4.
Journey 4
: Important Things : Passport and Visa
Paspor
dan visa adalah dokumen paling penting yang harus dimiliki sebelum bepergian ke
luar negeri. Tanpa dua dokumen ini, kita tidak bisa keluar dan masuk sebuah
negara.
Paspor
Republik Indonesia adalah dokumen perjalanan yang diterbitkan oleh Direktorat
Jenderal Imigrasi, Departemen Hukum dan Perundang-undangan, dan perwakilan RI
di luar negeri. Paspor hanya diberikan kepada warga negara Indonesia dan
dikeluarkan atas dasar pemintaan. Setiap warga negara Indonesia bisa
mendapatkan paspor RI.
Selama
di luar negeri, paspor adalah pengganti identitas. Fotokopi halaman identitas
paspor yang memuat data pemilik paspor,
termasuk lembar halaman yang memuat visa atau izin masuk. Setiap kali keluar,
bawalah fotokopi paspor ini sebagai identitas. Simpan paspor asli di tempat
yang aman.
Visa
adalah dokumen yang dikeluarkan oleh negara bersangkut sebagai izin masuk dan
tinggal di sebuah negara dalam jangka waktu tertentu. Untuk mendapatkan visa,
harus memiliki paspor terlebih dahulu. Jenis visa bermacam-macam seperti, visa
pelajar, visa kerja, visa diplomatik, visa bisnis, visa turis/kunjungan
singkat, visa transit, visa pekerja rumah tangga, dan visa khusus.
Tahap
pengurusan visa:
1.
Datang
ke perwakilan/kedubes/konsulat negara tujuan.
2.
Mengisi
formulir yang disediakan. Formulir permohoman visa biasanya gratis.
3.
Melengkapi
dokumen-dokumen (paspor, surat keterangan dari instansi yang mengirim, pasfoto,
surat sponsor dari negara yang dituju, jaminan keungan). Untuk perwakilan
negara tertentu ada wawancara.
4.
Membayar
biaya visa. Biaya visa ini bervariasi antara satu negara lainnya, juga
tergantung jenis visa yang diminta, pemberitahuan, apakah visa diterima atau
ditolak, apabila visa diterima, bisa diambil sesuai jadwal yang diberikan pihak
kedutaan atau konsulat jenderal negara tujuan. Pengambilan visa dengan
menunjukkan resi pengajuan permohonan visa.
Pahamilah
hukum yang mengatur visa mahasiswa. Patuhilah semua peraturan yang berlaku
untuk status visa khususmu. Peraturan imigrasi di Amerika Serikat sangan ketat dan
spesifik; adalah tanggung jawabmy untuk memahami dan mematuhinya.
5.
Journey 5
: Leaving on the Jetplane
Tinggal
di luar negeri bisa jadi sangat jauh berbeda dengan di Indonesia. Perbedaan ini
menyebabkan kebutuhan yang harus disiapkan pun berbeda.
Kenali
pembagian musim di negara tujuan sangat penting. Pada dasarnya, pembagian musim
antara negara satu dengan negara lain tidak berbeda jauh. Hanya saja pergerakan
bulannya yang sedikit sama.
Beberapa
hal yang tidak boleh ketinggalan ketika menuju negara tujuan:
1.
Paspor.
2.
Surat
sponsor atau keterangan diterima dari universitas terkait.
3.
Kartu
kredit yang diterima secara internasional.
4.
SIM
yang berlaku di negara kita dan juga SIM internasional (bila memungkinkan).
5.
Fotokopi
polis asuransi.
6.
Beberapa
buah pas foto paspor untuk cadangan.
7.
Catatan
sejarah kesehatan dan gigi pribadi.
8.
Resep
khusus dari dokter mengenai jenis-jenis obat tertentu.
9.
Catatan
sejarah pendidikan.
10.
Akte
kelahiran.
Jangan
menaruh dokumen berharga di koper. Simpan dokumen di carry-on bag. Kasus koper
hilang di penerbangan internasional bisa saja terjadi.
Pelajari
jadwal penerbangan yang tertera di tiket sampai kamu paham, mulai dari nomor
penerbangan , waktu kedatangan dan keberangkatan, nomor gate, nomor kursi, dan tujuan.
Pastikan,
setibanya di negara tujuan, apakah ada yang menjemput atau harus berusaha
sendiri untuk tiba di tempat menjadi akomodasi awal. Kalau harus berusaha
sendiri, cari tahu, dengan transportasi publik dengan jenis apa bisa tiba di
tempat akomodasi.
6.
Journey 6
: Welcome to International Life.
Sewaktu
melakukan perjalanan ke luar negeri buat belajar, awalnya pasti merasa semua
menyenangkan setibanya di sana. Tapi, tidak berapa lama, kita tiba-tiba
mengalami perasaan sedikit depresi.
Fase
inilah yang disebut dengan culture shock.
Culture shock adalah kondisi
psikologis yang mengalami kekagetan karena harus menyesuaikan diri dengan
sesuatu yang baru dan asing, termasuk budaya baru yang mungkin sangat berbeda
dengan budaya di negara asing. Misalnya, iklim, makanan, pemandangan di
sekitar, orang asing, dan kebiasaan mereka yang kita anggap aneh.
Tips
mengatasi culture shock:
1.
Sebelum
meninggalkan rumah, biasakan diri dengan budaya baru di negara tujuan.
2.
Biasakan
diri dengan fase culture shock.
3.
Jika
memungkinkan, ambil kesempatan untuk jalan-jalan melihat negara tersebut.
4.
Ketika
tiba di negara tujuan, gunakan waktu dua atau tiga minggu pertama untuk
berorientasi terhadap wilayah baru.
5.
Bangun
perspektifmu tentang sekolah dan tinggal di luar negeri.
6.
Tetap
open minded dan jaga selera humor.
7.
Tetap
berpikiran positif. Ingat tujuan belajar di luar negeri.
8.
Bukalah
diri terhadap pergaulan dengan orang-orang dari negara berbeda.
9.
Bicaralah
dengan seseorang mengenai perasaan kita.
Tips
tinggal bersama:
1.
Buatlah
aturan bersama sejak awal yang harus disepakati semua penghuni rumah.
2.
Jangan
memonopoli sesuatu yang menjadi fasilitas bersama.
3.
Atur
jadwal piket seluruh penghuni asrama.
4.
Kalau
ada masalah, katakan langsung kepada yang bersangkutan. Sebaiknya, kamu
mengenali kebiasaan dan sifat housemate-mu
sehingga tidak salah bersikap.
5.
Jangan
suka membicarakan kejelekan housemate-mu
dengan kawan lainnya.
7.
Journey 7
: Getting a Part Time Job
Mencari
kerja di luar negeri tidak sesulit di Indonesia. Peraturan kerja sampingan
untuk pelajar diatur secara resmi oleh negara. Dan, peraturan itu dipatuhi oleh
perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja part time buat pelajar, baik itu pelajaran lokal maupun
internasional.
Tips
mencari pekerjaan:
1.
Rajinlah
membaca media cetak lokal, baik koran maupun majalah.
2.
Ketika
berjalan-jalan, coba cermati jendela toko atau restoran. Biasanya, mereka
memasang tanda ada lowongan di sana.
3.
Amati
papan pengumuman di kampus, perpustakaan atau supermarket.
4.
Bertanya
langsung kepada penjaga toko atau kasir. Kalau memang dibutuhkan, biasanya
penjaga toko atau kasir akan memanggil manajer toko dan kita bisa langsung
diwawancarai.
5.
Bertanyalah
kepada kawan yang sudah memiliki pekerjaan. Apakah ada lowongan di tempat ia
bekerja.
Bekerja
sambil kuliah tentunya tidak mudah. Kita harus handal dalam mengatur waktu buat
bekerja, sekolah dan menikmati hari-hari di sana.
Jangan
lupa meminta surat rekomendasi dari tempat bekerja ketika akan kembali ke
negara asal atau berhenti bekerja. Surat rekomendasi yang baik sangat berguna
untuk mencari pekerjaan baru, baik di negara studi maupun di negara asal.
8.
Journey 8 : Buying
Experiences
Mengunjungi
tempat-tempat baru yang belum pernah didatangi sebelumnya akan sangat
menyenangkan. Bertemulah dengan orang baru sebanyak mungkin. Kalau ada kawan
yang mengajak mengunjungi keluarga mereka di kota lain, jangan ragu-ragu untuk
menerima ajakannya.
C.
KOMENTAR
Buku yang dikarang oleh Windy
Ariestanty dan Maurin Andri ini menjelaskan dengan rinci semua hal tentang
sekolah di luar negeri mulai dari memilih jurusan hingga mencari pekerjaan
sampingan. Bahasa yang digunakan juga tidak terlalu kaku sehingga pembaca
merasa sedang berdialog dengan si pengarang. Ditambah lagi dengan isi yang
terstrukur rapi memudahkan pembaca memahami isi buku dengan jelas. Dan yang
tidak ketinggalan adalah adanya selingan hal-hal atau persoalan-persoalan yang
telah terjadi kepada si pengarang dan teman-temannya selama bersekolah di luar
negeri yang membuat pembaca lebih memahami atau bisa membayangkan bagaimana ketika
hidup di luar negeri.
Hal yang menjadi kekurangan di
dalam buku ini adalah banyaknya penggunaan kata-kata dan istilah dalam bahasa
Inggris membuat pembaca yang tidak terbiasa menjadi sulit untuk memahami isi
buku.
D.
PENUTUP
Dengan
semua petunjuk lengkap untuk membantu persiapan sekolah di luar negeri termasuk
persoalan apa saja yang kemungkinan akan muncul, tindakan pertama yang harus
diambil untuk mengatasinya, serta menghitung biaya hidup dan juga mencari kerja
sambilan di sana yang dibahas dengan bahasa yang menarik dan tidak monoton, buku
ini cocok dibaca untuk siapa saja khususnya calon mahasiswa internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar