Kamis, 21 Januari 2016

Tentang Pengungsi Dunia

Menurut Konvensi Pengungsi 1951 yang diselenggarakan oleh Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nation High Comission for Refugee), yang dimaksud dengan pengungsi adalah seseorang yang karena ketakutan atas penganiayaan karena alasan ras, agama, kebangsaan, anggota dari kelompok sosial tertentu atau pandangan politik, yang berada di luar negara asalnya dan tidak dapat atau karena kecemasan tersebut, tidak mau membela negara itu; atau yang tidak memiliki kewarganegaraan dan berada di luar negara bekas tempat tinggalnya karena suatu kejadian, tidak mampu atau karena takut, tidak ingin kembali ke sana.

Faktor penyebab pengungsi terbanyak adalah karena terjadinya konflik seperti perang saudara akibat gerakan separatisme di negara asal mereka. Selain itu, faktor bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain juga merupakan penyebab adanya pengungsi yang meninggalkan negara mereka. Tercatat juga pengungsi yang diakibatkan oleh bencana non-alam, seperti kebocoran reaktor nuklir pada tahun 1986 di Chernobyl, Uni Soviet.

Per 1 Januari 2007, Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi melaporkan sejumlah 21.018.589 orang di dunia menjadi pengungsi.  Di antaranya adalah 7.979.251 pengungsi dari daerah Asia (Timur Tengah, Asia Tenggara, Asia Tengah, Asia Selatan dan Oceania), 4.740.392 pengungsi dari daerah Eropa (Eropa Timur, Eropa Tenggara, Eropa Tengah, Negara-Negara Balkan dan Eropa Barat), 5.069.123 pengungsi dari daerah Afrika (Afrika Tengah, Afrika Timur, Afrika Barat, Afrika Selatan dan Afrika Utara) dan 3.229.822 pengungsi dari Amerika (Amerika Utara, Kepulauan Karibia dan Amerika Selatan).

Pengungsi dari Asia (khususnya Timur Tengah) lebih memilih negara-negara Eropa dari pada negara terdekatnya karena mereka takut adanya infiltrasi ideologi di tengah pengungsi. Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka memilih negara-negara Eropa, antara lain demokrasi yang kuat, sejarah panjang penerimaan pengungsi dan terpenting adalah stabilitas ekonomi karena pengungsi cenderung memilih suatu negara yang bisa menjamin atau menopang hidup mereka dengan nyaman, tidak seperti negara yang ditinggalkan mereka. Faktor demografi juga menjadi pertimbangan pengungsi dan juga Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi dalam memilih tujuan. Hal ini dikarenakan jumlah penggungsi yang berjuta-juta sehingga memerlukan wilayah yang luas pula.


Bantuan untuk para pengungsi berbagai macam jenisnya, mulai dari dana hingga keramah-tamahan warga negara penerima pengungsi. Untuk bantuan dana, Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi pada tahun 2009 telah menerima $1,2 milyar dan laporan terakhir pada tahun 2013 sebanyak $1,1 milyar telah disumbangkan untuk pengungsi yang datang dari berbagai belahan dunia. Komisi Tingggi PBB untuk Pengungsi juga menyediakan 703 sekolah yang memiliki sekitar 476.323 murid yang tersebar di berbagai titik pengungsian untuk membantu anak-anak dan juga remaja agar bisa terus melanjutkan pendidikan mereka. Sebanyak 139 fasilitas kesehatan yang dibantu oleh lebih dari 3.107 petugas kesehatan juga tersebar di kemah-kemah pengusian guna membantu pengungsi menjaga atau memeriksa kesehatan mereka. Program sosial juga dilaksanakan oleh PBB seperti pemberian bantuan dana dan makanan bagi janda-janda dan keluarga yang memiliki kekurangan fisik maupun mental.