Sabtu, 09 September 2017

Contoh Laporan Hasil Membaca Buku

Laporan Hasil Membaca Buku “Studying Abroad
Karangan Windy Ariestanty dan Maurin Andri

Pembimbing: Suparti, M.Pd
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia



Description: Description: Description: wps_clip_image-16661

 Oleh
Gusti Nur Apriliyanti
 NIS 7589
Kelas XII-3


Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar
SMAN 1 Martapura
2016
Laporan Hasil Membaca Buku “Studying Abroad
Karangan Windy Ariestanty dan Maurin Andri

A.     PENDAHULUAN
Judul : Studying Abroad
Penulis : Windy Ariestanty dan Maurin Andri
Penerbit : GagasMedia, 2007
Kota Terbit : Jakarta, cetakan pertama, 2007
Ukuran buku : 13 x 19 cm
Tebal buku : xiv + 246 halaman
Sampul buku : berilustrasi

B.     LAPORAN BAGIAN BUKU

            Garis besar buku Windy Ariestanty dan Maurin Andri yang berjudul Studying Abroad terdiri atas 8 bab, yakni:
1.    Journey 1 : Pilih Negara, Pilih Sekolah
Bab ini membicarakan tentang bagaimana memilih universitas dan jurusannya, TOEFL dan IELTS, penggunaan bahasa dan menggali informasi tentang negara tujuan.
Untuk dapat memilih negara tujuan harus sama cermatnya dengan memilih jurusan di unversitas mana yang akan ditempati. Banyak faktor memilih negara tujuan. Bisa karena biaya kuliah lebih murah. Atau, persoalan jarak yang lebih dekat.
Banyak negara yang bisa menjadi pilihan bersekolah. Mulai dari Amerika, Jepang, Australia, Selandia Baru, sampai negara-negara di belahan bumi Eropa.
Dulu, Amerika Utara dan Eropa sempat mendominasi perguruan tinggi paling top di dunia. Namun, dari survei yang dibuat Institute of International Education (IEE) , dari 2,5 juta mahasiswa internasional di seluruh dunia tahun 2006, sebanyak 6 persennya memilih Tiongkok sebagai negara tujuan bersekolah.
Banyak alasan seseorang memilih universitas, college dan jurusan. Sesuaikan pilihan dengan nilai akademis, minat dan bakat.  Kalau sudah menentukan pilihan, segera cari tahu apa saja persyaratan masuk universitas yang menjadi pilihan.
Hal berikutnya yang harus diperinci dan menjadi pertimbangan adalah biaya. Biaya pendidikan dan hidup di setiap negara berbeda. Umumnya, salah satu syarat bersekolah di luar negeri adalah menunjukkan rekening tabungan. Besarnya nominal tabungan yang harus didepositokan pun beragam.
Kemudian kumpulkan segala informasi penting tentang negara yang akan menjadi tempat tinggal selama beberapa tahun kedepan. Salah satu elemen yang penting adalah bahasa. Mencari tahu dan belajar bahasa ibu negara tersebut akan memudahkan berhubungan dengan lingkuran baru. Dan yang perlu diingat adalah tidak semua negara menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu mereka.
Untuk negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai lingua franca-nya, skor TOEFL (The Test of English as a Foreign Language) merupakan persyaratan penting. Ada dua jenis TOEFL, yaitu :
1. International TOEFL. Jenis TOEFL ini digunakan untuk keperluan kuliah di luar negeri.
2. TOEFL-ITP (TOEFL Institutional Testing Program). Jenis TOEFL ini merupakan ujian TOEFL yang nilainya diminta untuk keperluan menerima beasiswa, seleksi mahasiswa, dan penerimaan pegawai di sebuah intitusi.
Skor TOEFL idealnya adalah 580. Tes TOEFL terdiri dari kemampuan reading, writing, listening dan speaking.
       Selain TOEFL, ada juga yang disebut IELTS (International English Language Testing System). Ini adalah sebuah tes yang diakui secara internasional dan dirancang khusus untuk kemampuan reading, writing, listening dan speaking. Perbedaannya ada pada penilaian. Penilaian IELTS tertulis salam skala 1-9. Nilai ideal untuk IELTS adalah 6,5.
       Memahami budaya negara tujuan, sarana transportasinya, sistem pendidikannya, iklim dan waktu pembagian musimnya, hukum, kebiasaan, politik, dan termasuk isu-isu (pesoalan) khusus adalah penting. Ada beberapa persoalan khusus yang cukup sensitif dan sebaiknya perlu dicari tahu bagaimana masyarakat di negara tujuan menyikpainya, antara lain:
1. Perempuan dan isu kesetaraan gender
2. Pelecehan seksual
3. LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender)
4. Rasisme dan kepercayaan
Syarat umum registrasi pada saat merencanakan sekolah di luar negeri:
1. Lengkapi syarat-syarat pendaftaran
2. Pengesahan dokumen serta terjemahannya dalam bahasa Inggris
3. Membuat paspor
4. Pengurusan visa pelajar di negara bersangkutan
5. Pemesanan tiket pesawat
6. Melakukan pembayaran biaya uang sekolah atau biaya lainnya yang diperlukan

2.    Journey 2 : Mengejar Beasiswa, Why Not
Dalam bab ini dibicarakan mengenai beasiswa. Dimana memperolehnya, cara mendaftar dan syarat juga tips dalam memperoleh beasiswa.
Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melamar beasiswa, antara lain:
1.      Sertifikat akademis dan transkrip nilai. Tentunya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris terlebih dahulu.
2.      Proposal penelitian. Ini merupakan salah satu persyaratan beasiswa yang mengharuskan kita membuat proposal terkait dengan studi yang diambil.
3.      Keluarga. Hal ini ditujukan khususnya bagi yang sudah menikah karena tidak semua beasiswa mengizinkan untuk membawa anggota keluarga. Sebaiknya pastikan apakah itu termasuk anggota keluarga atau tidak.
4.      Bekerja. Apabila ketika menerima beasiswa kita sudah bekerja, pastikan kantor mendukung kelanjutan studi.
5.      Kesehatan. Sebagian besar beasiswa mencakup asuransi kesehatan. Tetapi sebaiknya dipastikan apa saja yang termasuk dalam biaya asuransi.
6.      Surat izin mengemudi (SIM). Untuk memiliki kendaraan sendiri di luar, diperlukan SIM yang valid. Cari tahu apakah SIM asing berlaku atau tidak di negara yang bersangkutan.

Tips mendapatkan beasiswa, yaitu:
1.      Kirimkan aplikasi kalau merasa layak untuk mendapatkan beasiswa itu.
2.      Isi semua pertanyaan di formulir aplikasi. Lampirkan juga semua materi penunjang, seperti transkrip, surat rekomendasi dan esai.
3.      Ikuti petunjuk.
4.      Tulislah sebuah esai yang menimbulkan kesan. Kunci membuat sebuah esai yang kuat adalah menuliskannya secara personal dan spesifik.
5.      Perhatikan kerapian.
6.      Perhatikan deadline keseluruhan.
7.      Pastikan aplikasi jatuh ke bagian yang tepat. Tuliskan nama di setiap halaman aplikasi.
8.      Jangan lupa membuat data cadangan.
9.      Jangan lupa melakukan cek akhir secara keseluruhan.
10.  Mintalah bantuan kalau memang diperlukan dalam mengisi atau melengkapi aplikasi.

Berikut, beberapa lembaga yang memberi beasiswa baik untuk program pascasarjana maupun program lainnya.
1.      NEC
Tujuan negara dari beasiswa ini adalah Belanda. Program ini menyediakan beasiswa untuk program master, pelatihan, dan kursus singkat. Bisa mendapatkan informasi persyaratan, program studi, dan formulir pendaftaran dengan mengakses www.nec.or.id.
2.      Heiwa Nakajima Foundation
Negara tujuan beasiswa ini adalah Jepang. Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi undergraduate (S1), master, dan doktor di unversitas Jepang. Syarat utama beasiswa ini adalah harus terdaftar sebagai mahasiswa di universitas Jepang yang menjadi pilihan.
3.      Chevening
Beasiswa yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris ini menjadi salah satu favorit dari para pengejar beasiswa di Indonesia. Infomasi lebih lanjut dapat dikunjungi situs www.chevening.or.id.
4.      Australia Development Scholarship (ADS)
Pemerintah Australia menyediakan beasiswa untuk program studi pascasarjana (S2 dan S3) bagi warga Indonesia yang berminat melanjutkan studi di sana. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa ini, dapat mengunjungi situs www.adsjakarta.or.id.
5.      Fullbright Indonesia Scholarship
Negara tujuan beasiswa ini adalah Amerika Serikat.  Beasiswa ini terbagi atas beberapa program beasiswa bagi warga Indonesia yang ingin mengambil S2 maupun S3. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat mengakses situs www.aminef.or.id.
6.      Sampoerna Foundation
Negara tujuan beasiswa ini tidak terbatas asalkan memadai pesyaratan-persyaratan.  Untuk persyaratan aplikasi dna formulir selengkapnya dapat diperoleh melalui situs www.sampoernafoundation.org.
7.      Beasiswa dari pemerintah Italia
Pemerintah Italia membuka kesempatan bagi para profesional, guru dan mahasiswa untuk menimba ilmu di berbagai bidang. Informasi seputar beasiswa ini dapat diakses melalui www.italcultjkt.or.id.

3.    Journey 3 : Living Cost : Cermat Hitung Ongkos
Untuk memperoleh visa ke negara tujuan studi, biasanya calon siswa internasional harus mampu menunjukkan saldo tabungan/deposito minimal yang harus dimiliki sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tiap negara.
Tips menyiasati biaya hidup:
1.      Tinggal di asrama membuat kita tidak dipusingkan dengan biaya gas, listrik, air, maupun biaya jaminan (deposit money) yang wajib dibayar di muka. Kalau ingin tinggal di apartment atau rumah, sebaiknya cari teman untuk diajak tinggal bersama sehingga bisa patungan untuk biaya sewa dan pengeluaran setiap bulannya.
2.      Jangan terlalu sering makan di luar. Hemat biaya makan dengan masak sendiri.
3.      Ketika belanja keperluan dapur, perhatikan paket promo atau diskonnya.
4.      Kalau mau belanja ke pasar, pergilah menjelang pasar mau tutup. Biasanya, harga barang-barang bisa lebih murah dan ditawar.
5.      Belajar memasak masakan sederhana apabila tidak bisa memasak sama sekali.
6.      Sebulan sekali, tidak ada salahnya untuk makan di restoran.
7.      Belanja di outlet. Di sana terdapat bermacam-macam barang bermerek dengan harga miring, apalagi menjelang pergantian musim.
8.      Jangan ragu untuk belanja ke flea market (toko barang bekas).
9.      Kerja part time is one of the best solution.
10.  Jangan ragu mengklaim pajak. Di negara seperti Inggris, Amerika, Singapura, pajak yang telah dibayarkan dapat diklaim kembali.
11.  Belilah buku dari angkatan sebelumnya, atau di toko buku bekas, sebab selisih harganya lumayan.
12.  Kalau tempat tinggal dekat kampus, hemat biaya transportasi dengan berjalan kaki.
13.  Rajin-rajinlah berjalan mencari garage sale.
14.  Perhatikan papan pengumuman di kampus.
15.  Kalau ingin travelling, kumpulkan beberapa orang teman.

4.    Journey 4 : Important Things : Passport and Visa
Paspor dan visa adalah dokumen paling penting yang harus dimiliki sebelum bepergian ke luar negeri. Tanpa dua dokumen ini, kita tidak bisa keluar dan masuk sebuah negara.
Paspor Republik Indonesia adalah dokumen perjalanan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, Departemen Hukum dan Perundang-undangan, dan perwakilan RI di luar negeri. Paspor hanya diberikan kepada warga negara Indonesia dan dikeluarkan atas dasar pemintaan. Setiap warga negara Indonesia bisa mendapatkan paspor RI.
Selama di luar negeri, paspor adalah pengganti identitas. Fotokopi halaman identitas paspor  yang memuat data pemilik paspor, termasuk lembar halaman yang memuat visa atau izin masuk. Setiap kali keluar, bawalah fotokopi paspor ini sebagai identitas. Simpan paspor asli di tempat yang aman.
Visa adalah dokumen yang dikeluarkan oleh negara bersangkut sebagai izin masuk dan tinggal di sebuah negara dalam jangka waktu tertentu. Untuk mendapatkan visa, harus memiliki paspor terlebih dahulu. Jenis visa bermacam-macam seperti, visa pelajar, visa kerja, visa diplomatik, visa bisnis, visa turis/kunjungan singkat, visa transit, visa pekerja rumah tangga, dan visa khusus.
Tahap pengurusan visa:
1.      Datang ke perwakilan/kedubes/konsulat negara tujuan.
2.      Mengisi formulir yang disediakan. Formulir permohoman visa biasanya gratis.
3.      Melengkapi dokumen-dokumen (paspor, surat keterangan dari instansi yang mengirim, pasfoto, surat sponsor dari negara yang dituju, jaminan keungan). Untuk perwakilan negara tertentu ada wawancara.
4.      Membayar biaya visa. Biaya visa ini bervariasi antara satu negara lainnya, juga tergantung jenis visa yang diminta, pemberitahuan, apakah visa diterima atau ditolak, apabila visa diterima, bisa diambil sesuai jadwal yang diberikan pihak kedutaan atau konsulat jenderal negara tujuan. Pengambilan visa dengan menunjukkan resi pengajuan permohonan visa.
Pahamilah hukum yang mengatur visa mahasiswa. Patuhilah semua peraturan yang berlaku untuk status visa khususmu. Peraturan imigrasi di Amerika Serikat sangan ketat dan spesifik; adalah tanggung jawabmy untuk memahami dan mematuhinya.

5.    Journey 5 : Leaving on the Jetplane
Tinggal di luar negeri bisa jadi sangat jauh berbeda dengan di Indonesia. Perbedaan ini menyebabkan kebutuhan yang harus disiapkan pun berbeda.
Kenali pembagian musim di negara tujuan sangat penting. Pada dasarnya, pembagian musim antara negara satu dengan negara lain tidak berbeda jauh. Hanya saja pergerakan bulannya yang sedikit sama.
Beberapa hal yang tidak boleh ketinggalan ketika menuju negara tujuan:
1.      Paspor.
2.      Surat sponsor atau keterangan diterima dari universitas terkait.
3.      Kartu kredit yang diterima secara internasional.
4.      SIM yang berlaku di negara kita dan juga SIM internasional (bila memungkinkan).
5.      Fotokopi polis asuransi.
6.      Beberapa buah pas foto paspor untuk cadangan.
7.      Catatan sejarah kesehatan dan gigi pribadi.
8.      Resep khusus dari dokter mengenai jenis-jenis obat tertentu.
9.      Catatan sejarah pendidikan.
10.  Akte kelahiran.
Jangan menaruh dokumen berharga di koper. Simpan dokumen di carry-on bag. Kasus koper hilang di penerbangan internasional bisa saja terjadi.
Pelajari jadwal penerbangan yang tertera di tiket sampai kamu paham, mulai dari nomor penerbangan , waktu kedatangan dan keberangkatan, nomor gate, nomor kursi, dan tujuan.
Pastikan, setibanya di negara tujuan, apakah ada yang menjemput atau harus berusaha sendiri untuk tiba di tempat menjadi akomodasi awal. Kalau harus berusaha sendiri, cari tahu, dengan transportasi publik dengan jenis apa bisa tiba di tempat akomodasi.

6.    Journey 6 : Welcome to International Life.
Sewaktu melakukan perjalanan ke luar negeri buat belajar, awalnya pasti merasa semua menyenangkan setibanya di sana. Tapi, tidak berapa lama, kita tiba-tiba mengalami perasaan sedikit depresi.
Fase inilah yang disebut dengan culture shock. Culture shock adalah kondisi psikologis yang mengalami kekagetan karena harus menyesuaikan diri dengan sesuatu yang baru dan asing, termasuk budaya baru yang mungkin sangat berbeda dengan budaya di negara asing. Misalnya, iklim, makanan, pemandangan di sekitar, orang asing, dan kebiasaan mereka yang kita anggap aneh.
Tips mengatasi culture shock:
1.      Sebelum meninggalkan rumah, biasakan diri dengan budaya baru di negara tujuan.
2.      Biasakan diri dengan fase culture shock.
3.      Jika memungkinkan, ambil kesempatan untuk jalan-jalan melihat negara tersebut.
4.      Ketika tiba di negara tujuan, gunakan waktu dua atau tiga minggu pertama untuk berorientasi terhadap wilayah baru.
5.      Bangun perspektifmu tentang sekolah dan tinggal di luar negeri.
6.      Tetap open minded dan jaga selera humor.
7.      Tetap berpikiran positif. Ingat tujuan belajar di luar negeri.
8.      Bukalah diri terhadap pergaulan dengan orang-orang dari negara berbeda.
9.      Bicaralah dengan seseorang mengenai perasaan kita.
Tips tinggal bersama:
1.         Buatlah aturan bersama sejak awal yang harus disepakati semua penghuni rumah.
2.         Jangan memonopoli sesuatu yang menjadi fasilitas bersama.
3.         Atur jadwal piket seluruh penghuni asrama.
4.         Kalau ada masalah, katakan langsung kepada yang bersangkutan. Sebaiknya, kamu mengenali kebiasaan dan sifat housemate-mu sehingga tidak salah bersikap.
5.         Jangan suka membicarakan kejelekan housemate-mu dengan kawan lainnya.

7.    Journey 7 : Getting a Part Time Job
Mencari kerja di luar negeri tidak sesulit di Indonesia. Peraturan kerja sampingan untuk pelajar diatur secara resmi oleh negara. Dan, peraturan itu dipatuhi oleh perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja part time buat pelajar, baik itu pelajaran lokal maupun internasional.
Tips mencari pekerjaan:
1.      Rajinlah membaca media cetak lokal, baik koran maupun majalah.
2.      Ketika berjalan-jalan, coba cermati jendela toko atau restoran. Biasanya, mereka memasang tanda ada lowongan di sana.
3.      Amati papan pengumuman di kampus, perpustakaan atau supermarket.
4.      Bertanya langsung kepada penjaga toko atau kasir. Kalau memang dibutuhkan, biasanya penjaga toko atau kasir akan memanggil manajer toko dan kita bisa langsung diwawancarai.
5.      Bertanyalah kepada kawan yang sudah memiliki pekerjaan. Apakah ada lowongan di tempat ia bekerja.
Bekerja sambil kuliah tentunya tidak mudah. Kita harus handal dalam mengatur waktu buat bekerja, sekolah dan menikmati hari-hari di sana.
Jangan lupa meminta surat rekomendasi dari tempat bekerja ketika akan kembali ke negara asal atau berhenti bekerja. Surat rekomendasi yang baik sangat berguna untuk mencari pekerjaan baru, baik di negara studi maupun di negara asal.

8.    Journey  8 : Buying Experiences
Mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah didatangi sebelumnya akan sangat menyenangkan. Bertemulah dengan orang baru sebanyak mungkin. Kalau ada kawan yang mengajak mengunjungi keluarga mereka di kota lain, jangan ragu-ragu untuk menerima ajakannya.


C.     KOMENTAR
Buku yang dikarang oleh Windy Ariestanty dan Maurin Andri ini menjelaskan dengan rinci semua hal tentang sekolah di luar negeri mulai dari memilih jurusan hingga mencari pekerjaan sampingan. Bahasa yang digunakan juga tidak terlalu kaku sehingga pembaca merasa sedang berdialog dengan si pengarang. Ditambah lagi dengan isi yang terstrukur rapi memudahkan pembaca memahami isi buku dengan jelas. Dan yang tidak ketinggalan adalah adanya selingan hal-hal atau persoalan-persoalan yang telah terjadi kepada si pengarang dan teman-temannya selama bersekolah di luar negeri yang membuat pembaca lebih memahami atau bisa membayangkan bagaimana ketika hidup di luar negeri.
Hal yang menjadi kekurangan di dalam buku ini adalah banyaknya penggunaan kata-kata dan istilah dalam bahasa Inggris membuat pembaca yang tidak terbiasa menjadi sulit untuk memahami isi buku.

D.     PENUTUP
Dengan semua petunjuk lengkap untuk membantu persiapan sekolah di luar negeri termasuk persoalan apa saja yang kemungkinan akan muncul, tindakan pertama yang harus diambil untuk mengatasinya, serta menghitung biaya hidup dan juga mencari kerja sambilan di sana yang dibahas dengan bahasa yang menarik dan tidak monoton, buku ini cocok dibaca untuk siapa saja khususnya calon mahasiswa internasional.